Sistem Informasi Pembinaan Jasa Konstruksi
08115443841

Dinas PUPR Kota Tarakan Selenggarakan Ujian Sertifikasi Jenjang 3 Petugas K3 untuk Tingkatkan Kompetensi Keselamatan Kerja

Tarakan — Dalam upaya meningkatkan kompetensi tenaga kerja konstruksi serta memperkuat penerapan budaya keselamatan kerja di lingkungan proyek pembangunan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tarakan menyelenggarakan Ujian Sertifikasi Jenjang 3 Petugas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi pada (isi tanggal bila diperlukan) di Kota Tarakan.

Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Konstruksi dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) penyelenggara resmi. Ujian sertifikasi ini diikuti oleh para peserta dari berbagai instansi dan perusahaan konstruksi, baik dari sektor pemerintah maupun swasta yang terlibat dalam kegiatan pembangunan fisik di Kota Tarakan.

Pelaksanaan ujian meliputi tahapan asesmen portofolio, uji praktik lapangan, dan wawancara kompetensi, yang dipandu langsung oleh asesor berlisensi nasional. Materi pengujian mencakup kompetensi utama yang wajib dimiliki seorang Petugas K3, antara lain:

  • Identifikasi potensi bahaya di lokasi proyek,

  • Pengendalian dan mitigasi risiko kecelakaan,

  • Penerapan Sistem Manajemen K3,

  • Penanganan keadaan darurat dan evakuasi,

  • Pelaporan kecelakaan kerja secara prosedural.

Menurut pernyataan perwakilan Dinas PUPR Kota Tarakan, penyelenggaraan sertifikasi ini bertujuan memastikan bahwa setiap proyek konstruksi di Kota Tarakan berjalan aman, efisien, dan sesuai dengan ketentuan perundangan. Selain itu, sertifikasi juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mendorong pemenuhan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) di bidang jasa konstruksi.

Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari para peserta karena dapat menjadi bekal penting dalam pengembangan karier, meningkatkan profesionalisme, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pembangunan di Kota Tarakan.

Dengan terselenggaranya ujian sertifikasi ini, diharapkan semakin banyak tenaga kerja konstruksi di Kota Tarakan yang tersertifikasi dan memiliki kompetensi unggul dalam keselamatan kerja, sehingga angka kecelakaan di lingkungan proyek dapat ditekan seminimal mungkin.